Hardiknas 2022: Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardinas) Tahun 2022  pada Jumat (13/5) di halaman kantor Kemendikbudristek. Ada pun Hardiknas tahun ini mengusung  tema “Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar”. 

Upacara dilakukan secara hybrid antara daring maupun tatap muka. Para perwakilan asosiasi guru dan pejabat di lingkungan Kemendikbudristek, serta 121 peserta terdiri dari siswa, mahasiswa, dan perwakilan pegawai Kemendikbudristek hadir secara langsung di lokasi. Selain itu, hadir pula ribuan peserta daring yang terdiri dari 830 pelajar berprestasi, 170 Duta Rumah Belajar dan Kapten belajar.id, 1000 Guru Penggerak, 200 mahasiswa mengajar Kampus Merdeka, 200 peserta Kemah Budaya Kaum Muda dan pelaku budaya, serta 100 Duta Bahasa Nasional tahun 2021.

Dalam pidatonya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menyebutkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka terbukti mampu mengurangi dampak learning loss. “Kurikulum Merdeka yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. KIni Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” tutur Nadiem. 

Nadiem juga menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka hanya salah satu dari 19 episode Merdeka Belajar yang telah diluncurkan hingga saat ini. Menurut Nadiem, berbagai program dalam episode Merdeka Belajar telah membawa dampak positif bagi dunia pendidikan dan kebudayaan di tanah air. 

Selanjutnya Nadiem juga menjelaskan bahwa Indonesia tidak lagi hanya berperan sebagai pengikut, namun turut serta memimpin gerakan pemulihan dunia. “Semua perubahan positif yang kita usung bersama ini, tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru, dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20. Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Mendikbudristek juga memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada Prof. Dr. Agus Wardono, M.Pd penerima Satyalancana Karya Satya 30 tahun, Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si, penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun, dan Prof. Yudi Azis, S.Si., S.E., S.Sos., M.T., Ph.D.penerima Satyalancana Karya Satya 10 tahun. Hal tersebut tertuang Keputusan Presiden 07/TK/2022 yang ditetapkan pada 4 Januari 2022.

Upacara peringatan Hardiknas Tahun 2022 juga dimeriahkan dengan Penampilan dari orkestra dari SMKN 2 Cibinong, Gita Bahana Nusantara, dan Andhika Bhayangkari Korsik Yanma Mabes Polri, dan Reog Ponorogo ditampilkan oleh Paguyuban Reog Ponorogo Jabodetabek. 

Di akhir pidatonya, Mendikbudristek megimbau kepada seluruh insan pendidikan untuk bergerak bersama untuk pemulihan dan bergerak untuk Merdeka Belajar. “Ke depan, masih ada angin kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi. Dan kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar,” tutupnya.

 

Baca Juga  Melihat Pelaksanaan MPLS Daring di SMPN 36 Semarang

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Scroll to Top