Ungkap Kontribusi Pers Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan

Halo, Sobat SMP! Selamat Hari Pers Nasional, selamat hari lahirnya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Melihat kembali masa lalu Pers Nasional yang berperan dalam perjuangan mempertahankan deklarasi di Indonesia. Peran Pers Nasional tidak bisa dilupakan karena mempunyai peranan penting dalam perjuangan di negeri ini. Sejarah Indonesia mencatat peran pers dalam meraih kemerdekaan bagi Indonesia. Jurnalis Indonesia dianggap sebagai patriot nasional, begitu pula gerakan pionir di seluruh bangsa yang berjuang untuk memberantas kolonialisme di Indonesia.

Lahirnya Hari Pers Nasional

Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, keadaan pers Indonesia membaik. Dulu masyarakat terlalu malas untuk membaca surat kabar yang isinya hanya memberitakan kepentingan kolonial Belanda dan Jepang. Setelah kemerdekaan, surat kabar menjadi topik hangat dan menyita perhatian masyarakat.

Saat Soekarno-Hatta mengumumkan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56 Jakarta, tiga hari sebelumnya, pasukan sekutu (Inggris, Amerika, Australia, dan Belanda) bersiap memasuki wilayah Indonesia dengan tujuan untuk melucuti senjata tentara Jepang dan segera mengembalikan kekuasaan pemerintah kolonial Belanda. Untuk membuka jalan bagi kembalinya pemerintahan kolonial, sekutu pada awalnya memerintahkan militer Jepang untuk mempertahankan status quo dan juga menolak mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia dan mendirikan Republik Indonesia. Akibat keputusan sekutu tersebut, terjadilah konflik fisik baik besar maupun kecil antara masyarakat Jepang dan Indonesia di berbagai tempat.

Dengan latar belakang tersebut, tugas jurnalis adalah ikut berjuang mempertahankan deklarasi Indonesia. Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, para jurnalis terus bekerja di media bahkan di bawah pendudukan Jepang, untuk menyegerakan kegiatan pemberitaan dan informasi untuk mendukung deklarasi tersebut. Mereka mengambil alih percetakan surat kabar yang dikuasai Jepang.

Setelah proklamasi kemerdekaan, jurnalis Indonesia tetap memainkan peran ganda sebagai aktivis media dan aktivis politik. Indonesia yang telah merdeka, posisi dan peran jurnalis, dan media berita pada khususnya, mempunyai kepentingan strategis yang unik dalam upaya berkelanjutan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Pada tanggal 9 Februari 1946, ketika pasukan Inggris dan Belanda sedang menggiatkan operasi pendaratan dan pendudukan di berbagai wilayah, para jurnalis Republiken mengadakan pertemuan pertama pembentukan PWI di Surakarta. Konferensi yang melahirkan PWI ini dihadiri oleh para jurnalis Republiken dan para jurnalis yang melarikan diri dari wilayah pendudukan serta serangan pasukan sekutu dan Belanda.

Peranan pers nasional tidak dapat dipungkiri khususnya dalam perjuangan bangsa Indonesia. Saat ini, setiap orang dapat memperoleh informasi tidak hanya melalui surat kabar, radio, televisi, bahkan media online. Melalui pengembangan penyebaran informasi yang dilakukan oleh organisasi berita juga teknologi di internet dan aplikasi digital canggih yang mendukung pemberitaan.

 

Baca Juga  Kebijakan DAK Fisik Pendidikan Terbaru Tahun 2022

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Sumber: 

https://kim.serangkota.go.id/detailpost/yuk-mengenal-sejarah-hari-pers-nasional 

https://mmc.kalteng.go.id/berita/read/721/tilik-sejarah-pers-nasional-turut-berjuang-pertahankan-proklamasi-hpn2018 

https://biroekbang.bantenprov.go.id/pages/e3801598-384b-44a4-bf50-e3962bb73f71/hari-pers-nasional 

Scroll to Top