SMP Terbuka Bawang Hasilkan Kriya Kayu Bermutu

Dilihat 22,843 pengunjung

Banyak orang yang kerap kali memandang limbah hanya sebagai bahan-bahan sisa yang tak bernilai. Tetapi sebenarnya, limbah bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan bila diolah kembali sehingga menghasilkan barang bernilai jual tinggi. Potensi inilah yang kemudian ditangkap oleh SMP Terbuka Bawang, Batang, Jawa Tengah. Di tangan para peserta didik, limbah-limbah kayu tersebut digunakan sebagai material utama pembuatan berbagai kerajinan.

Berlokasi di daerah yang merupakan kombinasi antara pantai, dataran rendah, dan pegunungan membuat Batang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang agroindustri, agrowisata, dan agrobisnis. Terdapat pula hutan yang ditumbuhi Pohon Jati milik Perhutani  di sepanjang tepi Jalan Pantura, Kabupaten Batang. Kondisi ini membuat area tersebut memiliki limbah berupa ranting dan akar jati yang cukup melimpah.

Hal itu yang mendorong SMP Terbuka Bawang untuk membekali peserta didik dengan keterampilan kriya kayu. Ragam produk yang dapat dihasilkan dari Program Pendidikan Keterampilan (PPK) di SMP Terbuka Bawang antara lain talenan, cermin, kaligrafi, lampu hias, dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2011 program pendidikan keterampilan SMP Terbuka Bawang sengaja memilih kriya kayu sebagai fokus keterampilan karena bahan baku yang mudah didapat dengan harga relatif murah. Akar kayu jati yang biasanya dibawa ke Jepara dan Yogyakarta, kini dapat diolah sendiri sehingga diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal di sekitar Batang.

Dengan melalui serangkaian tahap pembelajaran yang terstruktur, wajar saja bila para peserta didik dapat menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasaran. Tahapan pembelajaran dimulai dari pengenalan alat dan bahan untuk menghindari risiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi. Barulah proses belajar beralih ke tahap perencanaan produk dengan membuat pola barang di atas kertas dan selanjutnya masuk ke tahap pembuatan. 

Tidak hanya sampai di situ, tahap pengemasan menjadi tahap pendukung yang membuat barang hasil kerajinan menjadi lebih menarik dan mudah dikenali. Setelah semuanya selesai, hasil kerajinan juga dipasarkan melalui kerjasama khusus dengan Batang Kerajinanku maupun berbagai media seperti brosur. 

Profil SMP Terbuka Bawang

Baca Juga  Mencermati Informasi Umpan Balik dari Asesmen Nasional

SMP Terbuka Bawang yang berlokasi di SMPN 1 Batang berdiri sejak tahun pelajaran 1997/1998. Dalam mengelola kegiatan, SMP Terbuka Bawang memiliki 5 guru pamong dan 13 guru bina yang semuanya memiliki latar belakang sarjana pendidikan.

Adapun jumlah peserta didik SMP Terbuka Bawang yang mengikuti kegiatan di SMP Terbuka Bawang ada 81 peserta didik, yang tersebar dalam 5 Tempat Kegiatan Belajar (TKB) yaitu, TKB Deles 1, TKB Deles 3, TKB Kalirejo, TKB Kebaturan, dan TKB Gunungsari.

Program Pendidikan Keterampilan di SMP Terbuka Bawang dilaksanakan 1 kali seminggu untuk 3 kelompok yang dilaksanakan di sekolah induk, yaitu SMPN 1 Bawang. Untuk TKB Deles 1 dan Deles 3 dilaksanakan setiap hari Sabtu, TKB Kalirejo dilaksanakan setiap hari Kamis, TKB Kebaturan dilaksanakan setiap hari Jum’at, sedangkan untuk TKB Gunungsari dilaksanakan setiap hari Kamis.

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Scroll to Top