Semarakan Hari Tanpa Tembakau dengan Menonton Podcast “Tampil Pede Tanpa Rokok”

Halo, Sobat SMP! Tanggal 29 Mei lalu adalah peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Peringatan tersebut dijadikan sebuah momen untuk meningkatkan kesadaran kita bersama terhadap bahaya merokok sekaligus mengampanyekan kawasan tanpa rokok.

Rokok menjadi permasalahan klasik yang seringkali menghantui kaum pelajar. Data dari GYTS tahun 2019 menyebutkan bahwa 19,2% pelajar di Indonesia saat ini menghisap rokok. Selain itu, 56% pelajar pernah melihat orang merokok di dalam gedung sekolah atau di luar sekolah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengatur tentang kawasan bebas rokok di satuan pendidikan lewat Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 65 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah. Tujuan dari Permendikbud tersebut adalah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan bebas rokok.

Sejalan dengan Permendikbud tersebut dan juga dalam rangka menyemarakkan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Direktorat Sekolah Menengah Pertama mencoba mendorong kampanye kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah melalui Siniar Dialog Sobat SMP episode: “Tampil Pede Tanpa Rokok”.

Dalam siniar (podcast) ini, Direktorat SMP menghadirkan bintang tamu Bagja Nugraha selaku Project Officer Yayasan Lentera Anak untuk Program Kesehatan Kaum Muda yang dipandu oleh host Fika Salsabilla Ramadhani. 

Topik pembahasan pada Siniar Dialog Sobat SMP episode kali ini cukup seru. Mulai dari sosialisasi dan edukasi tentang implementasi kawasan tanpa rokok, pemahaman akan bahaya rokok dan juga produk tembakau lainnya, serta peran teman sebaya dalam mewujudkan lingkungan sekolah sehat bebas rokok.

Bagja menjelaskan bahwa dalam mewujudkan lingkungan sekolah sehat yang terbebas dari rokok tidaklah mudah. Diperlukan kerja sama dan juga elaborasi yang kuat dari seluruh warga satuan pendidikan.

“Tentu saja untuk penegakkan kawasan tanpa rokok di sekolah tidak bisa dari satu pihak saja misalnya dari kepala sekolahnya saja, atau dari gurunya saja, atau dari muridnya saja, tetapi justru seluruh warga sekolah harus ikut bahu-membahu mewujudkan kawasan tanpa rokok,” jelas Bagja.

Selain itu, Bagja juga menyinggung tentang edukasi mengenai rokok kepada peserta didik. Menurut Bagja, peran teman sebaya dalam mengedukasi teman lainnya tentang rokok bisa lebih diterima ketimbang edukasi yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini disebabkan karena remaja akan lebih santai dan rileks apabila berdiskusi dengan teman sebayanya.

“Mereka memang lebih senang mendengar itu kalau dari teman sebayanya. Jadi lebih memerhatikan, bisa mungkin lebih ditanggapi, lebih diperhatikan, lebih diterima kalau dari teman sebaya. Mungkin karena ya kalau teman sebaya kan kita bisa lebih santai dan enggak kaku,” ujar Bagja.

Wah, cukup seru ya topik pembahasannya. Jika tertarik untuk menonton episode lebih lengkapnya, yuk langsung saja tonton secara penuh di kanal YouTube Direktorat SMP atau dengan mengklik tautan di bawah ini. Jangan lupa untuk like, komen, dan juga subscribe kanal YouTube Direktorat SMP agar tidak ketinggalan informasi-informasi lainnya ya. Semoga bermanfaat!

 

Baca Juga  Rapor Pendidikan: Upaya Pemetaan dan Pemantik Refleksi Serta Pembenahan Kualitas Pendidikan

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Referensi:

https://www.youtube.com/watch?v=vLegAqe_ehE&t=558s 

Scroll to Top