Pentingnya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Satuan Pendidikan

Sobat SMP, proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kurikulum Merdeka. Proyek penguatan profil pelajar Pancasila menjadi penting dilaksanakan dengan alokasi waktu khusus guna memberi kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Tapi apa sih sebenarnya proyek penguatan profil Pancasila?

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang berbeda dengan pembelajaran berbasis proyek dalam program intrakurikuler di dalam kelas. 

Dalam kegiatan proyek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Projek penguatan ini juga dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Terdapat prinsip-prinsip utama dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu bersifat holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif . Proyek penguatan profil pelajar Pancasila sangat bermanfaat bagi peserta antara lain untuk memperkuat karakter dan mengembangkan kompetensi sebagai warga dunia yang aktif, melatih kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai kondisi, serta memperlihatkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap isu di sekitar. Lalu bagaimana tahapan pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila? Simak penjelasan di bawah ini, yuk. 

1. Merancang alokasi waktu dan dimensi profil pelajar Pancasila

Pimpinan satuan pendidikan menentukan alokasi waktu pelaksanaan proyek dan dimensi untuk setiap tema, agar dapat memetakan sebaran pelaksanaan proyek pada satuan pendidikan tersebut. Mengacu kepada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 162/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak, secara umum ketentuan total waktu proyek adalah sekitar 20‒30% beban peserta didik per tahun. Untuk jenjang kelas VII dan VIII alokasi jam proyek yang dialokasikan per tahun adalah 360 JP sedangkan untuk kelas IX adalah 320 JP. 

2. Membentuk tim fasilitasi proyek

Baca Juga  Peran UKS dalam Pelaksanaan PTM Terbatas

Pimpinan satuan pendidikan menentukan pendidik yang tergabung dalam tim fasilitasi proyek yang berperan merencanakan proyek, membuat modul proyek, mengelola proyek, dan mendampingi peserta didik dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. 

3. Identifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan

Pimpinan satuan pendidikan dapat menilai tahap pelaksanaan proyek berdasarkan tingkat kesiapan satuan pendidikan. Tingkat satuan pendidikan melakukan refleksi awal dengan menggunakan bagan identifikasi kesiapan satuan pendidikan untuk menentukan tahapan menjalankan proyek.

4. Pemilihan tema umum

Tim fasilitasi bersama pimpinan satuan pendidikan memilih minimal 2 tema (Fase A, B, C) dan minimal 3 tema (Fase D, E, F) dari tujuh tema yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek untuk dijalankan dalam satu tahun ajaran berdasarkan isu yang relevan di lingkungan peserta didik. Tujuh tema tersebut antara lain Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa Dan Raganya, Berekayasa Dan Berteknologi Untuk Membangun Nkri, Dan Kewirausahaan.

5. Penentuan topik spesifik

Dari tema besar, tim fasilitasi proyek (dapat juga bersama peserta didik) menentukan ruang lingkup isu yang spesifik sebagai proyek. Penentuan tema dan topik spesifik sesuai dengan tahapan satuan pendidikan. 

6. Merancang modul proyek

Tim fasilitasi bekerja sama dalam merancang modul proyek dan berdiskusi

dalam menentukan elemen dan sub-elemen profil, alur kegiatan proyek, serta tipe

asesmen yang sesuai dengan tujuan dan kegiatan proyek. Modul proyek bersifat fleksibel. Pendidik di satuan pendidikan diberi kebebasan mengembangkan komponen modul.

Nah, bagi Sobat SMP yang ingin mengetahui lebih lanjut informasi terkait proyek penguatan profil pelajar Pancasila, silakan mengunduh Buku Panduan Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada tautan berikut. Semoga informasi ini bermanfaat, ya! 

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Referensi: 

https://drive.google.com/drive/folders/1Vr2q86FORKadyHenLVzAT2qPG117uMBI

Scroll to Top