Pemanfaatan Konsep Kesebangunan Dua Segitiga dalam Aktivitas Sehari-hari

Halo, Sobat SMP! Yunani adalah sebuah bangsa yang terkenal dengan tokoh-tokoh pemikir dan juga berbagai penemu ilmu. Salah satu tokoh Yunani yang cukup terkenal ada Thales. Thales adalah seorang filsuf Yunani yang hidup pada abad ke-6 sebelum masehi (624-546 SM). 

Selain seorang filsuf, Thales juga dikenal sebagai ahli geometri. Ia pernah mengatakan bahwa dirinya bisa mengukur tinggi piramida menggunakan bantuan tongkat dan juga bayangan dari sinar matahari. Rasanya hal yang cukup sulit bukan untuk mengukur tinggi piramida? Namun, Thales memiliki sebuah trik yang dikenal dengan konsep kesebangunan dua segitiga.

Secara sederhana, dua segitiga bisa dikatakan sebangun apabila sisi-sisi yang bersesuaian memiliki perbandingan yang sama dan juga sudut-sudut yang bersesuaian atau seletak sama besar. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

Nah Sobat SMP, tahukah kamu bahwa kita bisa menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Contohnya adalah kita bisa mengukur tinggi tiang bendera tanpa harus mengukurnya langsung ke atas, melainkan bisa memanfaatkan panjang bayangan bendera, tinggi badan seseorang, dan juga panjang bayangan seseorang. 

Contoh persoalannya misal seorang siswi SMP ingin mengetahui tinggi tiang bendera menggunakan konsep kesebangunan dua segitiga. Diketahui tinggi siswi adalah 160 cm dengan panjang bayangan 40 cm. Sedangkan, panjang bayangan tiang bendera diketahui 120 cm. Berapa tinggi tiang bendera? 

Untuk penyelesaian pengukuran tinggi tiang bendera bisa dilihat pada gambar berikut ini:

Nah, itulah tadi contoh dari pemanfaatan konsep kesebangunan dua segitiga. Dengan memanfaatkan kesebangunan, kita bisa mengukur benda yang cukup sulit diukur secara langsung. Kira-kira, objek apa lagi ya yang bisa diukur menggunakan konsep kesebangunan dua segitiga? Semoga informasi ini bermanfaat ya, Sobat SMP!

 

Baca Juga  Informasi Program: Pembinaan Ekstrakurikuler

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Sumber:

Buku Matematika Kelas IX Jenjang SMP/MTS terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan edisi revisi 2018

Scroll to Top