NSPK Bidang Sarana Prasarana Masuki Tahap Finalisasi

Penyusunan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) oleh Bidang Sarana Prasarana Direktorat Sekolah Menengah Pertama telah memasuki tahap finalisasi pada 6 – 9 Desember 2021 di Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tim penyusun NSPK yang terdiri dari akademisi, praktisi pendidikan, profesional, guru, dan illustrator.

“Kita sudah memasuki tahap finalisasi. Kemarin kami sudah hearing dengan Bapak Direktur dan Alhamdulillah Beliau sudah menyetujui materi ketujuh NSPK yang disusun. Artinya secara materi sudah sesuai dengan keinginan Bapak Direktur (jangan terjebak pada pembuatan regulasi yang sekolah diharuskan untuk mengikutinya), nanti hanya tinggal penyempurnaan desain dan estetika buku saja” ungkap Sub-Koordinator Bidang Prasarana, Yoto, S.E, M.A.

Bidang Sarana Prasarana Dit. SMP menyusun 7 (tujuh) NSPK yaitu Pedoman Manajemen dan Pemeliharaan Aset Sekolah, Pedoman Perencanaan Pengembangan Prasarana SMP, Pedoman Perencanaan Pengembangan Perabot SMP, Panduan Alat Pendidikan Bidang Studi IPA, Panduan Alat Pendidikan Bidang Studi Matematika, Panduan Alat Pendidikan Bidang Studi IPS, dan Panduan Alat Pendidikan Bidang Studi PJOK.

Topik dari ketujuh NSPK tersebut dipilih berdasarkan masukan dari berbagai pihak, antara lain: unsur Dinas Pendidikan, perwakilan sekolah, praktisi pendidikan, dan profesional yang dipertemukan pada sebuah forum diskusi ada awal tahun 2021. Ketujuh topik yang diangkat dalam NSPK tahun 2021 ini merupakan topik pilihan yang menjadi prioritas dari permasalahan-permasalahan yang muncul di lapangan. 

“Alasan yang mendasar mengapa kita memilih 7 NSPK itu untuk digarap. Kita sudah rumuskan awal 2021. Saat itu prosesnya kita mengundang para stakeholder di tingkat dinas pendidikan daerah untuk kita dudukkan bersama dengan praktisi pendidikan lainnya dan juga professional. Di forum tersebut kita catat masukan dari mereka, apa saja yang menjadi permasalahan di tingkat dinas pendidikan dan sekolah,” papar Yoto.

NSPK ini sudah melawati tahap uji keterbacaan dan juga kunjungan ke lapangan ke sekolah-sekolah atau dinas pendidikan (best practice) yang sudah melakukan praktik baik sebelumnya, terkait dengan substansi materi NSPK yang sedang disusun. Pada tahap uji keterbacaan sendiri dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap blasting secara masif ke sekolah-sekolah melalui grup Whatsapp dan tahap uji keterbacaan tatap muka dengan mengundang perwakilan dari dinas pendidikan kabupaten/kota dan sekolah. 

“Alhamdulillah kita mendapatkan respon yang positif dari hasil blasting ke grup-grup whatsapp seluruh jajaran dinas se-Indonesia. Ada sekitar 9.000 responden yang merespon positif NSPK yang kita susun. Secara garis besar, tanggapan yang ada mengatakan bahwa topik NSPK yang kita susun merupakan harapan para stakeholders dalam usaha untuk mencari sumber informasi yang dapat dijadikan panduan bersama,” 

Dijadwalkan pada akhir Desember 2021, NSPK Bidang Sarana Prasarana akan dirilis terlebih dahulu melalui situs resmi Direktorat SMP. Setelah ketujuh NSPK tersebut dirilis secara resmi, selanjutnya NSPK akan disosialisasikan ke dinas pendidikan Kabupaten/Kota tahun 2022 mendatang dalam format pelatihan ToT.

Ketujuh NSPK yang disusun diharapkan dapat menjadi acuan bagi dinas pendidikan Kabupaten/Kota maupun sekolah dalam hal perencanaan pengembangan maupun pengadaan sarana prasarana di satuan pendidikan. Selain itu, NSPK tersebut juga diharapkan dapat menjawab segala permasalahan teknis yang ada di lapangan yang terkait dengan isu-isu yang disusun dalam NSPK dimaksud. 

“NSPK ini merupakan inisiatif dari Direktorat SMP untuk menutup lubang-lubang masalah di lapangan terkait penyelenggaraan pendidikan di daerah. Bagi dinas pendidikan atau satuan pendidikan yang membutuhkannya, NSPK tersebut dapat dijadikan sebagai acuan,” pungkas Yoto.

 

Baca Juga  6 Ciri Pelajar Pancasila yang Cerdas dan Berkarakter

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Scroll to Top