Menuju ZI-WBK, Direktorat SMP Perkuat Kelengkapan Dokumen Lembar Kerja Evaluasi PMPRB

Dilihat 16,978 pengunjung

Setelah sebelumnya melakukan penguatan di keenam area pengungkit, Direktorat SMP menggelar pertemuan Finalisasi Program Kerja ZI-WBK untuk melakukan pengisian lembar kerja evaluasi PMPRB (Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi) di Bogor pada 9-11 Juni 2021.

Acara ini dihadiri oleh Direktur SMP Mulyatsyah, Widyaprada Ahli Utama Poppy Dewi Puspitawati, Widyaprada Ahli Utama Thamrin Kasman, Pengembang Teknologi Pendidikan Ahli Madya Yudistira Wahyu Widiasana, tim RBI Direktorat SMP, dan juga narasumber yang memberikan materi seputar ZI-WBK.

Mulyatsyah selaku Direktur SMP sekaligus Ketua Tim Pengarah RBI Direktorat SMP membuka acara dengan menyampaikan beberapa hal terkait finalisasi program kerja ZI-WBK. Dalam pembukaan, Mulyatsyah menyoroti tentang kelengkapan dokumen lembar kerja evaluasi. Beliau meminta tim satgas dan para anggota untuk membantu memperkuat dokumen-dokumen pendukung Lembar Kerja Evaluasi (LKE) PMPRB.

“Ini adalah momen yang tepat kita bertemu untuk menyisir kembali apa-apa saja yang harus kita persiapkan dalam melengkapi dokumen-dokumen lembar kerja evaluasi RBI ini,” tegas Mulyatsyah.

Ketua TIM RBI Direktorat SMP Nani Sukriswandari juga menyampaikan bahwa diperlukan kontribusi masing-masing anggota dalam pengumpulan dokumen pendukung untuk mengisi LKE PMPRB.

“Jadi memang ini langsung kerja nyata per area perubahan. Perlu peran masing-masing agen perubahan untuk secara proaktif berkontribusi dalam pengumpulan bukti dokumen pendukung,” ujar Nani.

Peserta sedang memperhatikan materi dari pembicara.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan materi pembekalan RBI ZI-WBK  oleh Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi Wilayah III Kemenpan-RB Arif Widodo. Arif Widodo dan memberikan penjelasan tentang RBI. Arif mengatakan bahwa untuk mendapatkan titel WBK setiap penilaian area minimal mencapai 60%.

“Sepanjang setiap area itu memenuhi kriteriakalau di peraturan terbaru itu setiap area minimal 60%itu bisa untuk mengajukan diri sebagai unit WBK. Kalau sudah pernah dapat WBK dan ingin naik kelas jadi WBBM, naik levelnya jadi 70% dalam setiap area perubahannya,” jelas Arif.

Pada hari selanjutnya, materi dilanjutkan oleh perwakilan Sekretariat Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Wanda Rahma. Wanda menyampaikan rencana aksi 6 area perubahan di lingkup Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen.

“Kita merevieu kembali kinerja dan target yang telah ditetapkan dan memastikan seluruh unit kerja memahami serta pimpinan dan seluruh pegawai mampu merumuskan strategi pencapaiannya,” ujar Wanda.

Setelah materi selesai, acara dilanjutkan dengan diskusi pengisian Lembar Kerja Evaluasi PMPRB. Dalam diskusi, Nani Sukriswandari serta para anggota Tim RBI Direktorat SMP langsung melakukan pengisian mandiri LKE PMPRB. Thamrin Kasman juga memberikan banyak masukan dan arahan untuk tim dalam mengisi LKE PMPRB.

Diharapkan setelah seluruh dokumen bukti pendukung terkumpul, langkah Direktorat SMP semakin mantap untuk bisa meraih titel ZI-WBK di tahun berikutnya.

 

Baca Juga  Program Direktorat: Melangkah Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Referensi: Rapat Finalisasi Program Kerja ZI-WBK Direktorat SMP 9-11 Juni 2021

Scroll to Top