Menjadi Petani Milenial dengan Teknologi Budidaya Tanaman

Tanggal 24 September selalu diperingati menjadi Hari Tani Nasional. Tanggal tersebut ditetapkan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 169 Tahun 1963. Latar belakang penetapan Hari Tani Nasional didasari oleh pengesahan UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria yang disahkan pada tanggal yang sama. 

Di masa kini, Sobat SMP juga bisa turut memeriahkan semarak Hari Tani Nasional dengan mencoba bertani mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Yup, benar di lingkungan rumah, jadi tidak perlu memiliki lahan yang sangat luas untuk mencoba bercocok tanam. Memangnya bisa bertani tanpa lahan luas atau istilah kerennya urban farming?

Tentu bisa dong! Ada banyak teknologi budidaya tanaman yang bisa Sobat SMP coba di lahan terbatas agar dapat mencoba urban farming. Penasaran teknologi budidaya tanaman apa saja yang bisa dilakukan? Yuk simak artikel ini!

  • Hidroponik

Hidroponik merupakan cara penanaman tumbuhan dengan menggunakan larutan nutrisi dan mineral dalam air dan tanpa menggunakan tanah. Tanaman darat khususnya sayuran seperti paprika, tomat, timun, melon, terong, dan selada dapat ditumbuhkan secara langsung dalam wadah yang berisi nutrisi atau dengan ditambah medium yang tak larut dalam air, misalnya kerikil, arang, sekam, spons, serbuk kayu, dan lain sebagainya.

Teknik ini bisa dilakukan di lahan sempit, namun ukuran tanaman yang dibudidayakan harus menyesuaikan dan tidak disarankan menanam buah-buahan yang besar. Kelebihan dari teknik ini adalah panen lebih melimpah dan hemat air. Akan tetapi, biaya yang dikeluarkan cukup mahal.

  • Vertikultur

Vertikultur adalah teknik budidaya tanaman dengan cara membuat instalasi secara bertingkat (vertikal) dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah tanaman. Teknik budidaya ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. 

Sobat SMP dapat mencobanya menggunakan botol-botol bekas ataupun pipa yang disusun secara vertikal. Kalian dapat menggunakan tali-tali untuk mengikat dan menggantungkannya di tembok. Tentunya cara ini dapat menghemat lahan kalian.

  • Aeroponik
Baca Juga  Menilik Konsep Merdeka Belajar Menurut Ki Hajar Dewantara

Teknik menanam di udara memang masih kalah populer jika dibanding dengan teknik konvensional maupun teknik menanam dengan air (hidroponik). Pada dasarnya, aeroponik menjadi suatu cara bercocok tanam di udara tanpa menggunakan tanah, yang mana nutrisi disemprotkan pada akar tanaman. Air yang berisi larutan hara itu disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman, sehingga akar tanaman akan menyerap larutan hara tersebut.

Sistem aeroponik dapat memberikan manfaat bagi petani yang tidak mempunyai lahan. Hal ini dikarenakan teknik aeroponik tidak membutuhkan tanah, tetapi media tanam yang berupa gabus yang akarnya menggantung di udara sehingga bisa memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah.

Nah itu tadi beberapa teknologi budidaya tanaman yang bisa sobat lakukan di lahan terbatas. Apabila Sobat SMP memiliki lahan yang lebih luas lagi, justru bisa menjadi petani modern yang bercocok tanam di lahan kota. 

Kira-kira siapa saja nih Sobat SMP yang tertarik menjadi petani milenial? Tidak perlu malu menjadi seorang petani karena petani adalah pekerjaan yang mulia. Tanpa  adanya petani, kita tidak bisa mengonsumsi makanan sehari-hari. Terima kasih petani!

Scroll to Top