Mengenal Aritmetika Sosial: Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari

Halo Sobat, SMP! Aritmetika sosial adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari penerapan konsep matematika dalam kehidupan sosial, seperti dalam ekonomi, geografi, dan sosiologi. Aritmetika sosial sangat berguna untuk membantu Sobat SMP dalam memecahkan permasalahan sehari-hari, seperti dalam perdagangan, perbankan, dan bidang lainnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Menghitung Harga Pembelian dan Penjualan

Jual beli adalah kegiatan menjual atau membeli berupa barang maupun jasa. Pada kehidupan sehari-hari, sering kali kita temui kegiatan jual beli atau perdagangan. Harga yang ditetapkan berdasarkan jumlah uang yang diberikan pada saat membeli suatu barang disebut dengan harga pembelian. Harga pembelian disebut juga modal. Dalam situasi tertentu suatu harga pembelian (modal) ditambah dengan biaya pengangkutan, transportasi, ongkos atau biaya lainnya. Harga yang ditetapkan berdasarkan jumlah uang yang diterima pada saat menjual suatu barang disebut harga penjualan.

Berikut contoh kasus menghitung harga pembelian dan penjualan:

Pak Revan membeli sebidang tanah dengan harga Rp100.000.000,00, kemudian karena ada suatu keperluan dalam bisnisnya, Pak Revan menjual kembali tanah tersebut dengan harga Rp110.500.000,00. Ternyata harga penjualan lebih besar dibanding harga pembelian, berarti Pak Revan mendapat untung. Selisih harga penjualan dengan harga pembelian adalah Rp110.500.000,00 – Rp100.000.000,00 = Rp10.500.000,00. Jadi, Pak Revan mendapatkan untung sebesar Rp10.500.000,00.

Dalam kegiatan jual beli pedagang dikatakan rugi jika harga penjualan lebih rendah dibanding harga pembelian.

Menghitung Persentase Untung dan Rugi

Adakalanya dalam dunia perdagangan Sobat SMP akan menjumpai konsep persentase. Keuntungan atau kerugian dapat dinyatakan dalam persentase. Persentase keuntungan atau kerugian disini diperhitungkan terhadap harga beli. Dalam matematika, persentase atau perseratus adalah sebuah angka atau perbandingan (rasio) untuk menyatakan pecahan dari seratus. Persentase sering ditunjukkan dengan simbol “%”.

Pada kegiatan ekonomi, besar rugi atau untung terhadap harga pembelian biasanya dapat dinyatakan dalam bentuk persen. Karena untung atau rugi itu dialami oleh yang memiliki uang dalam membeli barang, maka persentase untung atau rugi ditentukan atau dibandingkannya dengan harga pembelian. Oleh karena itu, besarnya persentase untung atau rugi adalah:

Berikut contoh kasus menghitung persentase untung dan rugi:

Satu lusin pensil dibeli dengan harga Rp36.000,00 dan dijual semua dengan harga Rp39.600,00. Berapa persen keuntungannya?

Jawab:

Harga pembelian : Rp36.000,00.

Harga penjualan : Rp39.600,00

Besarnya keuntungan : Rp39.600,00 – Rp36.000,00 = Rp3.600,00 

Persentase keuntungan = Rp3.600 : Rp36.000 x 100%= 10%.

Menghitung Potongan Harga

Baca Juga  Masa Penggunaan Akun Belajar.id Bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan

Potongan harga merupakan salah satu strategi pedagang untuk menarik minat pembeli. Potongan harga sering dilakukan oleh pedagang pada waktu-waktu khusus, misalnya menjelang hari sabtu, menjelang akhir bulan, menjelang hari raya, menjelang tutup buku, ataupun menjelang datangnya tahun baru.

Nama lain dari potongan harga adalah diskon atau rabat. Biasanya potongan harga atau rabat atau diskon dapat dinyatakan dengan persen. Sehingga besarnya potongan harga atau rabat atau diskon adalah:

Potongan Harga = Harga awal x persentase potongan harga

Berikut contoh dari aritmetika sosial untuk menghitung potongan harga:

Jika William membeli sebuah telepon genggam dengan harga Rp4.200.000,00 dengan diskon 15%.Tentukan besar uang yang William perlu berikan!

Jawab:

Harga sebelum diskon = Rp4.200.000,00

Harga diskon = 15 % x Rp4.200.000,00 = Rp630.000,00

Harga setelah diskon = Rp4.200.000,00 – Rp630.000,00 = Rp3.570. 000,00

Jadi, William harus membayar Rp3.570.000,00

Menghitung Bruto, Neto, dan Tara

Bruto, Neto dan Tara adalah istilah-istilah yang berkaitan dengan berat barang. Bruto adalah berat kotor suatu barang yang terdiri dari berat bersih dan berat tempatnya/kemasannya. Neto adalah berat bersih atau berat sebenarnya dari suatu barang (kemasan tidak termasuk). Sedangkan Tara adalah berat dari kemasannya saja.

Adapun rumus hubungan antara bruto, neto dan tara, yaitu:

Bruto = neto + tara

Neto = bruto – tara

Tara = bruto – neto

Berikut contoh menghitung bruto, neto, dan tara:

Seorang pedagang membeli satu karung gula pasir tertulis bruto 100 kg, tara 2% dengan harga Rp1.000.000,00. Semua gula pasir tersebut dijual dengan harga Rp14.000,00 per kg. Berapakah keuntungan pedagang tersebut?

Jawab:

Diketahui :

bruto = 100 kg dan persentase tara = 2%.

Oleh karena itu, nilai tara adalah 2% x 100 kg = 2 kg.

Dengan demikian, neto = 100 kg – 2 kg = 98 kg.

Harga penjualannya adalah Rp14.000,00 × 98 kg = Rp1.372.000,00

Jadi, keuntungannya adalah Rp372.000,00.

Nah, Sobat SMP itulah sekilas mengenai aritmetika sosial yang sangat berguna di kehidupan sehari-hari. Bagi Sobat SMP yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai aritmetika sosial bisa dengan mengunduh modul pada tautan berikut ini. Semoga artikel di atas bermanfaat, sampai jumpa di artikel selanjutnya!

 

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Sumber:

https://ditsmp.kemdikbud.go.id/download/matematika-modul-6-aritmetika-sosial/

Scroll to Top