Mengenal 5 Taman Nasional di Indonesia

Tahukah Sobat SMP bahwa setiap tanggal 22 Mei diperingati sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Internasional? Tahun ini Hari Keanekaragaman Hayati Internasional kembali diperingati dengan mengusung tema “From Agreement to Action: Build Back Biodiversity” atau “Dari Perjanjian Menuju Aksi Nyata: Bangun Kembali Keanekaragaman Hayati”. Hari Keanekaragaman Hayati penting untuk diperingati agar seluruh warga dunia memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati di dunia.

Karena penting sekali  enjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati di dunia, maka dibangunlah Taman Nasional di Indonesia yang berada di bawah pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai upaya untuk melestarikan ekosistem asli di suatu wilayah. Taman Nasional merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Terdapat sebanyak 55 Taman Nasional di Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah. Nah, kali ini Direktorat SMP ingin mengajak Sobat SMP untuk mengenal lebih jauh lima Taman Nasional yang ada di Indonesia. Apa saja itu?

1. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai 

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai memiliki 4 tipe ekosistem yaitu ekosistem rawa, ekosistem mangrove, ekosistem savana dan ekosistem hutan hujan pegunungan dataran rendah. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai sebagai salah satu kawasan konservasi di Sulawesi Tenggara memiliki sumber keragaman hayati yang sangat tinggi. Beberapa spesies unik serta endemik hidup dalam kawasan ini seperti Anoa (Buballus spp), Babirusa (Babyrussa babirousa), Maleo (Macrocephalon maleo), Kera Hitam Sulawesi (Macaca ochreata), Rusa timor (Rusa timorensis), Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea), aneka burung air, dan beberapa jenis lainnya. Taman Nasional ini berlokasi di Tatangge,  Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. 

2. Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Taman Nasional Teluk Cendrawasih berlokasi di  Sowi Gunung, Manokwari, Papua Barat. Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih memiliki keanekaragaman ekosistem mulai dari ekosistem tropis daratan/ pulau, ekosistem mangrove, ekosistem hutan pantai, ekosistem padang lamun sampai dengan ekosistem terumbu karang. Terdapat empat pulau besar yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih yaitu Pulau Rumberpon yang memiliki banyak objek wisata, Pulau Roswar yang ditetapkan sebagai zona sejarah dan budaya, Pulau Roon, dan Pulau Yop. Taman Nasional Teluk Cendrawasih juga memiliki potensi terumbu karang yang sangat besar dimana terdapat kurang lebih sekitar 200 jenis karang.

3. Taman Nasional Baluran

Merupakan salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terdapat  berbagai jenis fauna yaitu sekitar 26 jenis mamalia. Kawasan Taman Nasional Baluran Hamparan savana yang Luas sehingga Sering disebut sebagai ‘The Little Africa Van Java”. Area savana di kawasan ini merupakan savana terbesar di Pulau Jawa. Taman Nasional Baluran juga merupakan wilayah pendaratan Penyu jenis Sisik dan Lekang. Setiap tahunnya setidaknya ratusan telur penyu telah diselamatkan, ditetaskan, dan tukiknya dilepaskan kembali ke alam.

4. Taman Nasional Komodo

Baca Juga  Pemerintah Terbitkan Keputusan Bersama Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan pada Sekolah Negeri

Taman Nasional Komodo adalah salah satu taman nasional pertama Indonesia yang menjadi habitat alami bagi dua satwa kunci utama, biawak komodo (Varanus komodoensis) dan kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea) bertempatkan di belahan bumi Nusa Tenggara Timur Indonesia. Terdapat setidaknya 142 pulau kecil dengan lima pulau utama sebagai habitat dari biawak komodo di Taman Nasional Komodo.Taman Nasional Komodo memiliki yaitu ekosistem laut dalam, terumbu karang, padang lamun, bakau, rawa asin, savana, hutan hujan, hutan dataran tinggi, dan hutan kuasi awan. Terdapat sekitar 26 jenis flora dan 46 jenis fauna yang hidup di kawasan tersebut. 

5. Taman Nasional Kerinci Seblat 

Taman nasional ini berlokasi di Koto Renah, Pesisir Bukit, Koto Renah, Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, Jambi. Di kawasan ini banyak dijumpai pegunungan tinggi (lebih kurang terdapat 30 gunung atau bukit), seperti Gunung Kerinci (3.805 m dpl), Gunung Tujuh (2.604 m dpl), Gunung Seblat (2.383 m dpl), Gunung Raya (2.543 mdpl), Gunung Nilo (2.400 mdpl), Gunung Masurai (2.600 mdpl), dan Gunung Sumbing (2.500 mdpl). Terdapat pula dua danau cantik di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yaitu Danau Gunung Tujuh, Danau Pauh, dan  Danau Kaco Lempur Jambi. Sebagian besar kawasan hutan taman nasional ini adalah hutan hujan tropis yang melindungi keberadaan flora dan fauna di dalamnya. Beberapa jenis tercatat sebagai spesies endemik dan terancam punah, seperti harimau sumatera, gajah sumatera , beruang madu, tapir asia, padma raksasa dan lain-lain. Keberadaan nilai penting tersebut membuat UNESCO menobatkan kawasan ini sebagai situs warisan dunia sejak tahun 2004.

Tidak hanya berfungsi sebagai area konservasi, kelima taman nasional di atas memiliki keindahan bentang alam yang luar biasa, loh, Jadi, bagi Sobat SMP yang ingin mengenal lebih banyak jenis flora dan fauna dapat berkunjung ke taman nasional tersebut sambil menikmati indahnya pemandangan alam. Selamat Hari Keanekaragaman Hayati, Sobat SMP!

 

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Referensi:

https://balaikliringkehati.menlhk.go.id/international-biodiversity-day-2023/

https://ksdae.menlhk.go.id/assets/news/peraturan/P_46_2016.pdf

https://www.instagram.com/reel/CjCVx1UhtGU/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==

https://www.instagram.com/p/Cn5YwMgPHcJ/

https://telukcenderawasihnationalpark.com/info-kawasan/

https://www.instagram.com/p/CUhaFQSv7Fy/

https://www.balurannationalpark.id/blog/index/12

https://www.tnkomodo.com/profiletnkomodo

https://ksdae.menlhk.go.id/assets/publikasi/BUKU%20KERINCI%20INDO.pdf

Scroll to Top