Melihat Persiapan SMP Menyambut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Menyambut status PKKM level 3 yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Agustus 2021 melalui kanal Youtube milik Sekretariat Kepresidenan, Provinsi DKI Jakarta telah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di berbagai sekolah dengan pemberian izin secara bertahap.

Untuk memantau kondisi kesiapan sekolah jenjang SMP dalam menyelenggarakan PTM terbatas, Direktorat SMP melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi sekolah-sekolah yang belum melaksanakan PTM terbatas dengan menyambangi beberapa sekolah jenjang SMP. Salah satunya SMPN 45 Jakarta dan SMPN 111 Jakarta. Perwakilan Direktorat SMP meninjau langsung ketersediaan sarana prasarana serta berbagai instrumen pendukung PTM terbatas.

Dari sisi kelengkapan sarana sanitasi, SMPN 111 telah menyiapkan tempat mencuci tangan sebanyak 13 buah yang tersebar di seluruh penjuru sekolah. Pihak sekolah juga memiliki toilet di setiap lantai. Pihak sekolah juga telah menyiap peralatan pendukung lain seperti thermogun sebanyak 6 buah dan persediaan masker cadangan.Sekolah juga sudah mempersiapkan skema khusus untuk jadwal pembelajaran PTM terbatas.  

Koordinasi dan kerjasama dengan pelayanan kesehatan dalam hal ini Puskesmas Kecamatan Palmerah telah dilakukan. Oleh karena itu, seluruh guru dan tenaga kependidikan telah menerima vaksinasi untuk dosis 1 dan 2. Sedangkan untuk siswa, saat itu tengah dilaksanakan proses vaksinasi dosis kedua untuk murid kelas VII, VIII, dan IX. Satgas COVID-19 sekolah telah dibentuk dan beranggotakan guru dan tenaga kependidikan. Pendataan kondisi medis peserta didik dan orang tua wali dan riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi COVID-19 pun terus dilakukan secara berkala.

“Awal Agustus kemarin, kami sudah update angket pendataan tersebut melalui wali kelas. Pada pendataan tersebut kami mendata salah satunya adalah mengenai siapa saja peserta didik yang belum vaksin. Maka dari itu, bagi yang belum kemarin akhirnya hari ini terjadwal juga,” ujar Saino, guru di SMPN 111 Jakarta.

Sama hal nya dengan SMPN 111 Jakarta, SMPN 45 Jakarta juga telah melaksanakan sejumlah persiapan jelang pelaksanaan PTM terbatas. Persiapan yang telah dilakukan antara lain dengan menyiapkan thermogun, tempat cuci tangan di depan setiap ruang kelas, menyediakan masker, hand sanitizer, dan cairan disinfektan berikut alat semprot. Kerja sama antara sekolah dengan Puskesmas Kecamatan Cengkareng pun telah terjalin.

Vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang merupakan ketentuan pokok penyelenggaraan tatap muka, disebutkan oleh Supartiman, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, telah terlaksana 100%. Sedangkan vaksinasi bagi peserta didik telah mencapai 92% untuk dosis kedua. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah juga terus meng-update data vaksinasi peserta didik termasuk kondisi medis peserta didik dan orang tua wali untuk disampaikan ke pihak suku dinas kesehatan Jakarta Barat. Diakui Supartiman, Satgas COVID-19 sekolah telah dibentuk dengan melibatkan para guru dan komite sekolah. Jadwal PTM terbatas juga telah disusun dan akan segera difinalisasi.

Susilawati, Staf Humas SMPN 45 Jakarta menjelaskan sekolah telah menyiapkan materi berupa video simulasi PTM terbatas. “Kami sudah menyiapkan video simulasi PTM terbatas yang juga sudah kami unggah di Youtube. Nantinya, bila memang SMPN 45 Jakarta diberi izin untuk menggelar PTM terbatas kami akan menyebarkan ulang video tersebut ke wali murid melalui grup Whatsapp. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan orang tua agar senantiasa mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan, mengganti baju, dan mandi sepulang sekolah,” tutur Susi.

Dari kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, dapat terlihat bahwa kedua SMP tersebut telah berupaya memenuhi sebagian besar daftar periksa dan melaksanakan tanggung jawab satuan pendidikan sesuai dengan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang diterbitkan oleh Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Namun demikian, untuk memastikan penyelenggaraan PTM terbatas dapat berjalan baik dan aman diperlukan sosialisasi, arahan, pendampingan, dan supervisi lebih lanjut dari dinas pendidikan kabupaten/kota. Seluruh satuan pendidikan khususnya jenjang SMP di daerah lain juga diharapkan melakukan persiapan sebaik-baiknya jelang pelaksanaan PTM terbatas.

 

Baca Juga  Memahami Tugas Proktor dalam Pelaksanaan ANBK

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Scroll to Top