Melihat Pelaksanaan ANBK Hari Pertama di SMPN 4 Bogor

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) perdana untuk jenjang SMP berlangsung serempak pada tanggal 4 – 7 Oktober 2021 di seluruh satuan pendidikan jenjang SMP. Untuk memantau pelaksanaan Asesmen Nasional, Koordinator Bidang Penilaian Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Dra. Ninik Purwaning Setyorini, M.A.. hadir bersama tim untuk meninjau langsung pelaksanaan Asesmen Nasional di SMPN 4 Bogor. 

Sejak pagi hari, para proktor dan teknisi telah menyiapkan perangkat komputer yang akan digunakan. Menggunakan moda semi daring, proktor kemudian membagikan token ujian kepada para siswa sesaat sebelum memulai mengerjakan soal. Salah satu proktor di SMPN 4 Bogor, Subardi, menjelaskan bahwa pihak sekolah menghindari risiko yang mungkin terjadi bila menjalankan moda daring secara penuh.

“Kami memilih menggunakan moda semi daring karena tidak ingin mengambil risiko, seperti adanya keterlambatan token, atau terjadi peningkatan traffic dari server Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) yang berpotensi menyebabkan error. Jadi kami rasa moda semi daring lebih aman,” ujar Subardi. 

Peserta terdiri 44 orang peserta utama dan 1 orang cadangan yang menggantikan peserta utama yang tidak hadir. Seluruh peserta yang hadir dalam kondisi sehat dengan suhu tubuh di bawah 37 derajat celcius. Penyelenggaraan AN di SMPN 4 Bogor digelar dalam satu sesi saja, mengingat pihak sekolah telah memiliki sarana prasarana pendukung yakni laboratorium komputer dan perangkat komputer yang berjumlah di atas 100 buah. 

Asesmen Nasional  pada hari pertama di SMPN 4 Bogor berlangsung dengan lancar tanpa kendala. Kendala teknis seperti gangguan jaringan internet atau listrik padam tidak terjadi di sekolah ini. Para peserta AN juga terlihat telah terbiasa dalam mengerjakan soal Asesmen Nasional berbasis komputer.

Kepala Sekolah SMPN 4 Bogor, Sri Sugiarti, M.Pd., menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan Kota Bogor dan telah melakukan sejumlah persiapan jelang pelaksanaan AN seperti menggelar sosialisasi serta simulasi pelaksanaan Asesmen Nasional kepada seluruh warga sekolah, termasuk kepada guru dan orang tua. 

“Kami telah melakukan uji coba beberapa kali secara internal di sekolah, serta kami juga mengikuti soal-soal uji coba dari Pusmenjar. Oleh karena itu, tidak ada kendala yang berarti hari ini, semoga besok juga dapat berjalan dengan lancar. Asesmen Nasional juga sangat bagus, karena dapat memperbaiki mutu sekolah kita karena mengukur kemampuan literasi, numerasi, karakter siswa, dan lingkungan belajar secara komprehensif,” tutur Sri Sugiarti.

Salah satu guru Bahasa Indonesia di SMPN 4 Bogor, Mira Andayani Sanusi, mengungkapkan pandangannya terkait pelaksanaan Asesmen Nasional yang mengukur literasi pada hari pertama ini. 

“Dengan adanya Asesmen Nasional saya sangat senang sekali, karena literasi itu bukan hanya untuk pelajaran Bahasa Indonesia, namun juga sangat berguna di seluruh mata pelajaran dan juga aspek kehidupan. Saya yakin bila kemampuan literasi diperkuat, maka Indonesia akan memiliki generasi emas,” ujar Mira. 

Nurmalasari, siswi kelas 8 SMPN 4 Bogor mengaku tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam mengerjakan soal-soal literasi membaca maupun survei karakter. “Ada sedikit kendala, seperti tiba-tiba keluar. Namun tidak sering terjadi. Dari segi kesulitan soal, ada beberapa yang sulit namun ada juga yang tidak. Sebelumnya saya memang sudah mencoba soal-soal AKM dari Pusmenjar, kemudian dari pihak sekolah juga telah memberitahukan bagaimana ketentuan AN, lalu juga memberikan kiat-kiat kepada kami agar tetap tenang dalam mengerjakan soal,” ujar Nurmalasari.

Koordinator Bidang Penilaian Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Dra. Ninik Purwaning Setyorini, M.A., berharap agar Asesmen Nasional dapat menjadi sebuah terobosan di dunia pendidikan yang dapat menjawab persoalan terkait mutu pendidikan.

“Semoga AN benar-benar bisa menjawab persoalan mutu pendidikan dengan melihat hasil Asesmen Nasional melalui rapor pendidikan di satuan pendidikan maupun di daerah. Pada tahun 2022, hasil Asesmen Nasional menjadi starting point bagi seluruh stakeholder untuk melakukan evaluasi sistem pendidikan dan sama-sama melangkah menuju perbaikan mutu pendidikan melalui Asesmen Nasional,” pungkas Ninik.

Baca Juga  Panduan Tata Ruang Sekolah dalam Penyelenggaraan PTM Terbatas

 

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Scroll to Top