Kiat Berwirausaha di Tengah Pandemi

Halo Sobat SMP! Adakah dari kalian yang ingin menjadi wirausahawan? Sebelum itu, kita perlu mengetahui terlebih dahului tentang definisi dari wirausaha. Menurut Zimmerer yang merupakan cendekiawan di bidang wirausaha, entrepreneurship adalah menerapkan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan permasalahan dan memanfaatkan peluang yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Pendapat lain dari Coulter dalam T. Nurhaida. Kewirausahaan adalah proses pembentukan suatu bisnis baru yang berorientasi pada keuntungan, penciptaan nilai, dan pembentukan produk-jasa baru yang unik dan inovatif.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship adalah proses memanfaatkan peluang untuk menciptakan produk-jasa yang baik dengan mengedepankan kreativitas dan keberanian.

Berbicara mengenai wirausaha, hadirnya pandemi Covid-19 membawa dampak kepada banyak sektor, termasuk sektor perekonomian. Tidak sedikit wirausahawan yang usahanya gulung tikar akibat tidak bisa bertahan di tengah kondisi pandemi. Lantas, seperti apa cara seorang wirausahawan agar bisa mempertahankan usahanya di masa pandemi?

Keluar dari zona nyaman

Di dalam hidup ini tidak ada hal yang pasti. Selalu ada risiko-risiko yang mengintip dari kejauhan. Berada di zona nyaman sebenarnya bukanlah meniadakan risiko, justru menumpuk risiko. Oleh karena itu, cobalah untuk keluar dari zona nyaman agar bisa melihat peluang-peluang lainnya.

Berani berubah dan berani mengubah

Perubahan itu kebanyakan diciptakan oleh orang-orang yang menyukai tantangan. Siapa yang bisa melewati masa sulit, akan menjadi pemenang pada situasi normal. Seorang wirausahawan tidak hanya berani untuk berubah, akan tetap juga berani untuk mengubah sebuah hal menuju ke arah yang lebih baik lagi.

Menjadi unik dan berbeda

Baca Juga  STOVIA, Boedi Oetomo, dan Kebangkitan Pergerakan Nasional

Menjadi unik dan punya pembeda itu membuat kita punya nilai tambah. Jika seorang wirausahawan tidak bisa menciptakan sesuatu hal yang berbeda dan unik dari kompetitor maka tentunya ia akan kalah saing. Inilah yang menjadi salah satu faktor pengusaha tidak bisa bertahan di tengah pandemi.

Percaya dengan diri sendiri

Wirausahawan tidak harus selalu menjadi follower atau pengikut. Ia juga harus yakin terhadap pilihan dan keteguhan hatinya sendiri. Masukan dan saran dari orang lain memang penting, namun jangan sampai kehilangan kepercayaan pada diri sendiri. 

Merdeka dalam berpikir

Pemikiran seorang wirausahawan haruslah merdeka. Merdeka berpikir di sini dalam artian berpikiran terbuka dan tidak sungkan untuk menerima hal-hal baru. 

Pola pikir yang bertumbuh

Selain merdeka dalam berpikir, pola pikir juga harus diimbangi dengan terus-menerus bertumbuh dan berkembang. Contohnya adalah belajar tanpa kenal lelah, menyukai tantangan baru, serta menghargai proses dari perjalanan usaha.

Digitalisasi

Saat ini, kegiatan masyarakat mulai beralih dari ranah konvensional ke ranah digital. Oleh karena itu, apabila tidak mulai bergerak ke digitalisasi maka usaha kalian perlahan-lahan mulai ditinggalkan.

Pandemi memang membuat daya beli menurun dan ekonomi lesu. Maka dari itu, teruslah melakukan perubahan dan pengembangan potensi agar tetap bisa bertahan di era pandemi. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi seluruh Sobat SMP di mana pun berada yang sedang menggeluti dunia wirausaha ya!

 

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Referensi: Materi kewirausahaan Kawah Kepemimpinan Pelajar Direktorat SMP tahun 2020

Scroll to Top