Kenali Cagar Budaya Candi Prasada di Pura Maospahit Bali

Halo Sobat SMP! Pura Maospahit merupakan salah satu Pura di Kota Denpasar yang ditetapkan sebagai situs warisan nasional dan merupakan situs warisan budaya yang dilindungi oleh UU RI No. 5 Tahun 1992. Pura Maospahit terletak di Jalan Sutomo, Denpasar. Pura ini merupakan peninggalan dari Sri Kbo Iwa. Dalam prasasti Babad Wongayah Dalem disebutkan jika Sri Kbo Iwa membangun Pura Maospahit pada tahun Saka 1200 (tahun 1278 M). Sobat SMP, pada Pura Maospahit ini terdapat Candi Prasada. Candi Prasada merupakan bangunan suci yang menjadi tempat untuk palinggih dari yang suci yang menistakan dirinya pada raja yang meninggal yang telah disucikan dan kembali kebrahmaloka. 

Prasada merupakan bangunan suci di Bali yang bentuknya sangat mirip sekali dengan candi, seperti halnya dengan candi-candi di Jawa Timur pada umumnya. Prasada artinya tempat duduk yang menjulang tinggi teras paling atas pada bangunan di atas pondasi yang tinggi, istana, kuil, candi, pura, tempat pemujaan. Prasada di Bali merupakan hasil perpaduan antara candi atau Prasada biasa dengan punden berundak-undak pada jaman prehistoric. 

Bangunan Cagar Budaya Prasada Maospait terdiri dari kaki, badan, dan atap dengan ukuran Panjang: 3,15 m, Lebar: 2,77 m, dan tinggi 8,65 m.  keseluruhan bangunan menggunakan batu bata baik kaki, badan maupun atap. Bentuk prasada ini sama persis dengan memanjang sembilan tingkat yang ramping sama halnya dengan candi-candi yang terdapat di Jawa Timur yang bentuknya semakin ke atas semakin kecil dan pada bagian atapnya menjadi berundak.  

Pada bagian kaki canti terdapat hiasan karang karang goak pada setiap sudutnya dan juga terdapat lubang yang digunakan untuk memajang mangkuk Cina yang hancur akibat bencana alam gempa Bali dan tidak lagi ditempatkan di sana. Pada  bagian badan utama candi mempunyai pintu masuk yang terbuat dari kayu untuk menempatkan arca dan sarana pemujaan, mempunyai ruang pada bagian badannya (garbhadhatu). 

Hiasan khusus berupa porselen berupa piring dan mangkok, dimasukkan ke dalam lekukan pada permukaan kulit prasada dan masih menempel pada badan candi. Terdapat juga hiasan singa bersayap di atas pintu masuk candi. Pada bagian tengah atap candi terdapat hiasan motif mata karang, dan pada setiap sudut atap candi terdapat hiasan motif mata karang, dan pada setiap sudut atap candi terdapat hiasan menara sudut yang memuat motif hiasan gulungan. Candi ini memiliki lima atap dan atap tersebut berukuran lebih kecil. 

Itulah Sobat SMP sekilas Candi Prasada di Pura Maospahit Bali. Menarik untuk dikunjungi, kan? Sobat SMP bisa eksplor lebih dalam lagi tentang Pura Maospahit di Bali. Semoga artikel ini menambah wawasan Sobat ya!

 

Baca Juga  Belajar Mencegah Kekerasan Seksual Daring Bersama Siniar Dialog Sobat SMP

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Sumber:

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/bangunan-prasada-maospait-tonja/

https://www.denpasarkota.go.id/pojok/pura-maospahit-warisan-cagar-budaya-nasional#:~:text=Pura%20Maospahit%20ialah%20salah%20satu,peninggalan%20dari%20Sri%20Kbo%20Iwa

Scroll to Top