Keindahan dan Sejarah Candi Arjuna di Dieng

Halo, Sobat SMP! Di tengah perbukitan indah Kawasan Candi Dieng, terdapat sebuah situs sejarah yang kaya akan cerita dan keindahan arsitektur, yaitu Candi Arjuna. Candi Arjuna tidak hanya menjadi saksi bisu dari masa lalu, tetapi juga menawarkan panorama alam yang menakjubkan. Melalui penelusuran sejarah dan keindahannya, kita dapat memahami tentang candi ini dalam konteks budaya di Indonesia. Yuk, simak artikel ini!

Keindahan Arsitektur

Candi Arjuna, juga dikenal sebagai bagian dari seni bangunan Dieng Baru, memiliki keunikan tersendiri dalam struktur dan hiasannya. Dibangun dengan denah bujur sangkar berukuran 6 x 6 meter, candi ini memancarkan keanggunan dengan pintu utamanya menghadap ke barat. Didirikan di atas pondasi tanah lembut, Candi Arjuna memperlihatkan keahlian dan ketelitian para pembuatnya dalam membangun sebuah monumen yang kokoh.

Salah satu ciri khas Candi Arjuna adalah hiasan-hiasan yang menghiasi tubuhnya. Meskipun mirip dengan candi-candi klasik lainnya, Candi Arjuna memiliki perbedaan menarik, terutama dalam penggunaan bingkai bulat yang tidak ada, melainkan hanya bingkai rata dan bingkai padma. Dinding tubuhnya dihiasi dengan 3 relung yang kini kosong, namun dahulu dihiasi dengan ragam hias kepala kala yang menghubungkan sepasang makara.

Misteri Atap dan Hiasannya

Salah satu misteri yang menyelimuti Candi Arjuna adalah bentuk atapnya. Meskipun telah rusak, diperkirakan atap candi terdiri dari tiga lapis (bhumi) yang semakin ke atas semakin kecil, diakhiri dengan puncak yang kemungkinan berbentuk buah keben (ratna). Bentuk atap ini menyerupai atap candi gaya India Selatan, menambah pesona dan keunikan candi ini.

Penelitian dan Temuan Arkeologis

Baca Juga  Mengenal Gurindam Dua Belas, Mahakarya Sastra Melayu Sarat akan Makna

Pada tahun 1924, seorang arkeolog Belanda pernah meneliti Candi Arjuna. Pendapatnya tentang candi ini menjadi sorotan karena mengungkapkan bahwa struktur dan bagian-bagian Candi Arjuna mengikuti aturan Vastusastra. Meskipun hiasannya sederhana, Candi Arjuna dipenuhi dengan ragam hias antefiks dan hiasan Kala-makara yang menambah keelokan candi ini.

Sejarah dan Kehidupan di Candi Arjuna

Candi Arjuna tidak hanya sekadar bangunan bersejarah, tapi juga menyimpan kisah-kisah masa lalu dan kehidupan masyarakat pada zamannya. Ruangan tengah (garbhagriha) yang kini kosong mungkin dahulu diisi dengan arca Siwa yang kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. Begitu juga dengan arca-arca yang pernah menempati relung-relung candi, menggambarkan kekayaan budaya dan spiritualitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Konservasi dan Pemeliharaan Candi Arjuna

Candi Arjuna, seperti situs-situs bersejarah lainnya, memerlukan perhatian dan upaya pemeliharaan yang serius. Kerusakan pada atap dan hiasan-hiasan candi menegaskan perlunya upaya untuk menjaga dan memulihkan kejayaan candi ini agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Candi Arjuna adalah salah satu keajaiban arsitektur dan sejarah yang menghiasi Kawasan Candi Dieng. Dengan keunikan struktur, dan hiasan yang memikat, candi ini menjadi saksi bisu dari masa lalu yang kaya akan cerita dan kehidupan. Melalui upaya pelestarian dan apresiasi yang berkelanjutan, kita dapat memastikan bahwa keindahan dan sejarah Candi Arjuna akan terus bersinar bagi dunia untuk dinikmati dan dipelajari. 

 

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Sumber : https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/candi-arjuna/

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/candi-dieng-harmonisasi-dua-budaya/

Scroll to Top