Jelang Musim Panen, Masyarakat Dayak Ungkap Rasa Syukur Dengan Mengadakan Tradisi Mangenta

Halo, Sobat SMP! Tahukah kalian suku Dayak yang tinggal di Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki tradisi untuk menyambut masa panen padi? Tradisi tersebut bernamakan Mangenta.

Mangenta merupakan kegiatan para petani untuk mengungkapkan rasa syukur mereka atas awal musim panen padi. Masyarakat suku Dayak menggelar tradisi Mangenta untuk mencegah perkembangbiakan hama padi seperti tikus, burung, atau serangga.

Tradisi Mangenta diyakini memiliki nilai spiritual yang tinggi oleh masyarakat setempat. Mangenta memiliki istilah adat yaitu prosesi kuman behas taheta yang memiliki makna memakan beras batu.

Mereka menyiapkan Kenta, hidangan khas Dayak Kalimantan Tengah yang terbuat dari beras ketan. Kenta dipanggang dan ditumbuk dalam lesung. Pada umumnya sajian ini hanya disajikan pada acara-acara khusus, seperti upacara adat atau pernikahan suku Dayak-Ngaju.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat Kenta adalah beras ketan, kelapa muda, gula putih/gula merah, dan air kelapa muda. Padi ketan yang telah direndam dan ditiriskan pada tahap penyiapan terlebih dahulu lalu disangrai selama kurang lebih 10 menit dengan api sedang. Kemudian padi yang sudah disangrai ditumbuk hingga halus.

Kenta juga dapat dibuat dengan cara direbus menggunakan air panas dan dicampur dengan susu. Tekstur Kenta yang kenyal membuat sajian ini semakin nikmat berkat rasanya yang manis.

Setiap tahunnya Pemprov Kalteng juga menggelar tradisi Mangenta secara besar-besaran pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM). Para peserta lomba mengikuti festival tersebut dengan menggunakan pakaian daerah setempat seperti pakaian petani atau kebaya daerah.

Kriteria penilaian kompetisi ini adalah kerja sama/tanggung jawab dalam pembagian tugas, teknik dan proses pembuatan, kecepatan dan ketepatan waktu, kesempurnaan dan rasa serta kebersihan dan penyajian.

Namun, disayangkan masih banyak generasi muda di Kalimantan Tengah, bahkan keturunan Dayak sendiri, yang tidak mengetahui tentang tradisi Mangenta atau makanan Kenta. 

Oleh karena itu, yuk, Sobat SMP kita sama-sama menjaga tradisi Mangenta dengan melestarikannya agar tidak hilang ditelan oleh zaman.

 

Baca Juga  Membedah Struktur Teks Eksposisi

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Sumber: https://indonesia.go.id/kategori/budaya/7167/mangenta-ungkapan-syukur-suku-dayak-kepada-sang-pencipta?lang=1 

https://mmc.kalteng.go.id/files/berita/19052022115005_2.jpg

Scroll to Top