Hari Keanekaragaman Hayati 2024: 5 Tumbuhan Langka di Indonesia

Halo, Sobat SMP! Hari ini kita memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia 2024. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang isu-isu keanekaragaman hayati di dunia. Melalui hari peringatan ini, diharapkan masyarakat dunia semakin sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati demi keberlangsungan kehidupan manusia di masa sekarang dan di masa depan.

Keanekaragaman hayati merupakan jalinan hidup planet kita, menopang kesejahteraan manusia sekarang dan nanti. Namun, keanekaragaman ini mengalami penurunan drastis yang mengancam alam dan manusia. Menurut Laporan Penilaian Global tentang Layanan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem di UNESCO, pendorong utama hilangnya keanekaragaman hayati global adalah perubahan iklim, spesies invasif, eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam, polusi, dan urbanisasi.

Kali ini, mari kita mengenal lima tumbuhan langka di Indonesia yang hampir punah dan perlu dilestarikan.

1. Bunga Bangkai 

Bunga bangkai adalah salah satu bunga raksasa yang unik karena bisa mengeluarkan bau busuk seperti bangkai. Bau ini bertujuan mengundang lalat dan kumbang untuk membantu proses penyerbukan. Bunga bangkai dapat tumbuh setinggi 4 meter dan mekar hanya selama 7 hari. Mekarnya bunga ini terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama, bisa mencapai 5 tahun sekali. Habitat aslinya di hutan Sumatera, tetapi kini juga dapat ditemukan di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung.

2. Rafflesia Arnoldii

Rafflesia Arnoldii atau Padma Raksasa juga merupakan bunga raksasa yang mengeluarkan bau busuk saat mekar. Bunga ini berbeda dari bunga bangkai karena tumbuh melebar dengan diameter bisa mencapai 1 meter dan berat hingga 10 kg. Rafflesia hidup dengan menumpang pada tumbuhan lain dan mekar setelah sekitar 9 bulan pertumbuhan. Saat ini, jumlah bunga ini semakin menurun akibat habitatnya yang semakin sempit karena konversi hutan untuk pemukiman, pertanian, dan pertambangan.

3. Ulin 

Baca Juga  Mengupas Penerapan Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan

Pohon ulin, juga dikenal sebagai bulian atau kayu besi, adalah tumbuhan khas Kalimantan. Kayu ulin sangat kuat dan tahan lama, sering digunakan untuk konstruksi bangunan, kapal, dan jembatan. Karena kekuatannya, pohon ini banyak ditebang sehingga populasinya menurun drastis. Upaya pelestarian sangat penting untuk mempertahankan keberadaan pohon ulin di alam.

4. Cendana 

Cendana adalah pohon yang memiliki banyak manfaat, seperti bahan pembuatan parfum, dupa, rempah-rempah, dan aromaterapi. Wangi kayu cendana dapat bertahan hingga ratusan tahun. Pohon ini sulit dibudidayakan karena tunasnya hidup menumpang pada tumbuhan lain. Akibatnya, populasi pohon cendana menurun drastis dan minyak kayunya menjadi sangat mahal.

5. Anggrek Tebu 

Anggrek tebu adalah anggota keluarga anggrek yang paling besar dan berat. Satu rumpun anggrek dewasa bisa mencapai berat 1 ton dengan panjang 3 meter. Bunga ini memiliki warna kuning dengan corak coklat, merah, dan merah kehitaman. Setelah dipotong, bunga ini dapat bertahan hingga 2 bulan tanpa layu. Keunikan ini membuat anggrek tebu sangat langka dan perlu dilindungi.

Sobat SMP, mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia. Dengan upaya kita, tumbuhan-tumbuhan langka ini bisa terhindar dari kepunahan dan tetap menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia. Selamat Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia 2024!

 

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Sumber : https://file.hukum.uns.ac.id/data/RENSI%20file/Data%20Backup/Done%20To%20BackUp/10%20Tumbuhan%20Langka%20di%20Indonesia%20Yang%20Hampir%20Punah.docx https://kemlu.go.id/maputo/id/news/20748/selamat-hari-keanekaragaman-hayati-sedunia-2022

Scroll to Top