Dukung Penuh Penguatan Pendidikan Karakter, Direktorat SMP Gelar Workshop Pengembangan Pelajar Penggerak Muda

Halo, Sobat SMP! Dalam rangka pembinaan pendidikan karakter dan praktik kepemimpinan peserta didik, Direktorat Sekolah Menengah Pertama, baru saja menyelenggarakan kegiatan “Workshop Pengembangan Pelajar Penggerak Muda Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2022” pada 26 – 28 Juli 2022. Kegiatan ini dilaksakan secara tatap muka di Yogyakarta dengan mengundang perwakilan dinas, kepala sekolah, serta guru dari 10 kabupaten provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan total 250 peserta.

Workshop pelajar penggerak mudah ini dibuka secara langsung oleh Plt. Direktur Sekolah Menengah Pertama, Drs. I Nyoman Rudi Kurniawan, M.T.. Beliau menyampaikan untuk mewujudkan pelajar penggerak menuju profil pelajar pancasila perlu melakukan manajemen pengembangan pelajar penggerak dengan melakukan inovasi dan terobosan baru.

“Penguatan pendidikan karakter merupakan perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan, mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia, merevitalisasi dan memperkuat potensi, serta kompetensi ekosistem pendidikan.”

Hal tersebut sesuai dengan tujuan dari kegiatan ini, yaitu untuk menguatkan pendidikan karakter yang terintegasi dengan gerakan revolusi mental, mendiseminasi program manajemen pengembangan pelajar penggerak muda, dan tersusunnya program kerja atau rencana tindak lanjut dinas pendidikan kabupaten/kota dan satuan pendidikan.

“Indonesia didominasi GEN Z dan Milenial yang nantinya akan memimpin di masa mendatang. Maka mereka harus di didik dengan keterbukaan informasi agar dapat bersaing di masyarakat global yang mesti kita siapkan sejak sekarang melalui merdeka belajar”, tambah I Nyoman Rudi Kurniawan.

Baca Juga  Tahapan Perencanaan Berbasis Data untuk Satuan Pendidikan

Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan ini antara lain tim dari Pusat Pendidikan Karakter Kemendikbudristek, tim Komisi Pemberantasan Korupsi, serta Praktisi Pendidikan. Para peserta mendapatkan materi terkait sinergitas profil pelajar pancasila, zona integritas wilayah bebas gratifikasi, pengembangan ekstrakurikuler, minat dan bakat, serta 3 dosa besar pendidikan. Materi-materi tersebut di balut dengan menarik dan interaktif.

Selain itu, para peserta dibentuk menjadi kelompok untuk membuat ide-ide inovasi dan menarik dalam pengembangan materi-materi yang sudah diberikan sebelumnya, lalu diberikan kesempatan untuk mempresentasikan pada peserta dari kelompok lain.

Pada akhir kegiatan, Maulani Mega Hapsari, S.I.P., M.A., selaku Analis Kebijakan Ahli Madya, berharap kegiatan ini bisa memberi manfaat sehingga dapat diimplementasikan secara berkelanjutan pada satuan pendidikan wilayah masing-masing “Kami berharap materi yang sudah diterima tidak hanya berhenti di sini saja, namun bisa didiseminasikan ke teman-teman baik di Dinas Pendidikan maupun satuan pendidikan sehingga bisa diimplementasikan di daerah masing-masing. Mungkin tidak mudah, tetapi saya yakin selama kita memiliki niat dan berusaha maka hasilnya akan baik,” tutur Mega.

Yuk, Sobat SMP dukung penuh penguatan pendidikan karakter demi terwujudnya profil pelajar pancasila dan Indonesia Emas 2045!

Scroll to Top