Direktorat SMP Memberikan Bantuan kepada Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi yang disertai dengan guguran awan panas sejak Selasa (2/1). Kejadian ini membuat masyarakat sekitar terpaksa mengungsi ke wilayah aman di sekitarnya.

Pemerintah daerah meniadakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di beberapa sekolah yang terdampak oleh erupsi. Pemerintah daerah juga senantiasa berkoordinasi dan mengingatkan masyarakat sekitar untuk mewaspadai erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, Direktorat Sekolah Menengah Pertama dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengambil langkah untuk segera memberikan bantuan bencana ke lokasi pengungsian, yaitu di Lapangan Desa Bokang, Kecamatan Titehena, Desa Konga, Kecamatan Titehena, dan Lapangan SMPN 1 Wulanggitang, Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang.

Bantuan yang diberikan berupa 736 paket school kit, 500 paket protokol kesehatan, dan 16 tenda ruang kelas. Bantuan tersebut telah disesuaikan dengan jumlah siswa yang merupakan korban terdampak erupsi.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Flores Timur, Felix Suban Hoda, turut meninjau lokasi pengungsian sekaligus mendampingi tim Direktorat SMP dan BPMP Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kepala Disdikpora Kabupaten Flores berharap bantuan yang diberikan dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik yang terdampak. 

“Terima kasih kepada Direktorat Sekolah Menengah Pertama yang telah memberikan bantuan dan BPMP Provinsi Nusa Tenggara Timur yang turut membantu dalam pemasangan tenda hingga pendistribusian bantuan ke lokasi yang terdampak. Dengan adanya bantuan yang diberikan ini, semoga dapat meningkatkan semangat belajar para peserta didik yang sekolahnya terdampak erupsi,”  ujar Felix.

Direktorat Sekolah Menengah Pertama sengaja hadir ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan, diterima dan digunakan langsung oleh peserta didik. Dengan adanya bantuan tersebut, peserta didik yang berada di lokasi pengungsian diharapkan tetap semangat belajar dan melanjutkan aktivitas belajar mengajar  seperti di sekolah.

Scroll to Top