Direktorat SMP dan BPMP DKI Jakarta Melakukan Kunjungan Kerja Implementasi Kurikulum Merdeka

Guna melihat kesiapan satuan pendidikan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) sekaligus memperkuat sinergi dan dukungan dari pemerintah daerah, Direktorat Sekolah Menengah Pertama bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi DKI Jakarta mengunjungi beberapa satuan pendidikan dari berbagai jenjang di Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta pada Kamis (21/7). Tim dari Direktorat SMP dan BPMP Provinsi DKI Jakarta secara terpisah menyambangi SMPN 29 Jakarta, SMAN 70 Jakarta, serta SMKN 28 Jakarta.

Plt. Direktur Sekolah Menengah Pertama, Drs. I Nyoman Rudi Kurniawan, M.T yang hadir di SMPN 29 Jakarta bersama Kepala BPMP DKI Jakarta melakukan audiensi dengan pihak sekolah dan Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan 2. Pada kesempatan tersebut, Direktur SMP menjelaskan tujuan dari kunjungan kerja hari ini. 

“Tujuan kami ke sini untuk meninjau kesiapan implementasi Kurikulum Merdeka. Memang Bapak dan Ibu sudah melaksanakannya, namun kami ingin melihat perkembangannya. Karena salah satu dari Program Sekolah Penggerak adalah penerapan Kurikulum Merdeka. Lalu tujuan lain kami ke sini juga untuk mendorong para guru dan kepala sekolah untuk menggunakan platform Merdeka Mengajar,” ujar Nyoman. 

Kasudindik Jakarta Selatan 2, Sony Juhersoni yang turut memberi sambutan menyampaikan komitmen dan dukungan dari pemerintah daerah dalam mendorong implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan.

“Kurikulum Merdeka ini menurut saya merupakan kurikulum yang luar biasa dari aspek keterlibatan banyak pihak. Semua sibuk, semua ikut terlibat, semua ikut memberikan dukungan, termasuk kepala daerah. Kepala daerah memberikan apresiasi dan antusiasme yang luar biasa. Dalam prosesnya mungkin kami mengalami beberapa kendala, tapi atas tanggung jawab dan semangat kolaborasi ini menjadi sesuatu yang ringan. Insya Allah kami siap memberikan penguatan kepada sekolah-sekolah,” tutur Sony. 

Bertindak sebagai tuan rumah, Kepala SMPN 29 Jakarta Lily Handasah, M.Pd. mengutarakan rasa syukur karena SMPN 29 Jakarta yang merupakan Sekolah Penggerak angkatan pertama dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka lebih awal yang diperkuat melalui pendampingan khusus. 

“Sebagai Sekolah Penggerak kami merasa bersyukur bisa menjadi sekolah yang menerima intervensi khusus dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kami sangat bersyukur mendapatkan bimbingan khusus dari pelatih ahli yang setiap bulan. Bergerak itu harus, karena kalau tidak bergerak artinya kita tidak hidup. Kami juga sebagai sekolah penggerak angkatan pertama berkesempatan untuk mendiseminasikan pengetahuan yang sudah kami dapatkan ke sekolah lain di wilayah DKI Jakarta,” ungkap Lily. 

Sesi audiensi diisi dengan diskusi dan tanya jawab dengan guru-guru di SMPN 29 Jakarta terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Setelah sesi audiensi usai, kegiatan dilanjutkan dengan observasi kegiatan belajar mengajar di kelas. Direktur SMP dan rombongan melihat langsung proses belajar mengajar menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. 

Di lokasi yang berbeda yakni SMAN 70 Jakarta, Widyaprada Ahli Utama di Direktorat SMP Dr. Thamrin Kasman, SE, M.Si. bersama perwakilan dari BPMP DKI Jakarta hadir dan berdialog dengan pihak sekolah. Sedangkan di SMKN 28 Jakarta, Widyaprada Ahli Utama Dr. Poppy Dewi Puspitawati dan Koordinator Bidang Peserta Didik Direktorat SMP, Maulani Mega Hapsari S.IP., M.A bersama perwakilan dari BPMP DKI Jakarta datang dan menjalankan agenda yang sama.

Melalui kunjungan tersebut, Direktorat SMP berupaya terus mendorong satuan pendidikan di Indonesia untuk memanfaatkan platform Merdeka Mengajar sebagai platform pendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan mendorong guru mempelajari Kurikulum Merdeka bersama komunitas belajar.

 

Baca Juga  Hardiknas 2022: Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Scroll to Top