Peduli dengan Masa Depan Peserta Didik, Direktorat SMP Gelar Webinar Bertajuk “Generasi Sehat Generasi Bahagia Tanpa Narkoba”

Dilihat 776 pengunjung

Puncak pencarian jati diri terjadi ketika memasuki masa remaja. Pencarian ini sebenarnya sah-sah saja, namun terkadang sering terlewat batas hingga menjurus ke arah negatif seperti pemakaian narkoba.

Melihat rentannya anak-anak usia remaja terpapar bahaya narkoba, khususnya di jenjang SMP, Direktorat SMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengadakan webinar bertajuk “Generasi Sehat Generasi Bahagia Tanpa Narkoba” pada Rabu (28/4) pagi.

Maulani Mega Hapsari selaku Koordinator Bidang Peserta Didik Direktorat SMP menjadi keynote speaker yang membawakan tema “Bersinergi mencegah penyalahgunaan narkoba di satuan pendidikan”.

Selain itu, webinar juga menghadirkan berbagai narasumber kompeten seperti perwakilan BNN Eva Fitri, Alumni Pertukaran Pemuda ASEAN Fatkhul Manan, dan juga praktisi kesehatan sekaligus public figure Lula Kamal.

Mega membuka acara dengan memaparkan tantangan dalam mempersiapkan generasi berkarakter kuat menuju profil Pelajar Pancasila. Salah satu tantangannya adalah tingginya angka penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Menurut Mega, ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Lembaga terkait, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu bekerja sama agar penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja bisa ditekan seminimal mungkin.

“Bersama-sama kita bisa menciptakan sekolah ramah anak yang bebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” tegas Mega.

Pembicara pertama yaitu Eva Fitri menyampaikan materi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dalam materinya, Eva menegaskan bahwa pengaturan diri yang baik adalah salah satu kunci untuk menangkal paparan narkoba.

“Kalau memang kita punya tidak ingin menggunakan narkoba dan punya self regulation (pengaturan diri) yang baik, kita pasti bisa bilang tidak pada narkoba,” ujar Eva.

Selanjutnya, Fatkhul Manan yang menjadi pemateri kedua menjelaskan tentang generasi muda yang harus bisa kreatif dan berprestasi. Bagi Fathkul, prestasi dan kreativitas bisa diraih tanpa menggunakan narkoba.

“Jauhi narkoba karena masa depan kita sangat berharga,” tutur Fatkhul.

Materi terakhir yang disampaikan oleh Lula Kamal adalah terkait bahaya adiksi zat terlarang di kalangan remaja. Lula menjelaskan dampak adiksi bisa berdampak pada masalah kesehatan, ekonomi, dan juga sosial.

“Kalau tubuh sudah rusak, tidak bisa balik. Makanya sebelum tubuh kita rusak akibat narkoba, berhenti sebelum terlambat,” pungkas Lula.

Acara yang didukung penuh oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) ini dihadiri oleh perwakilan dinas pendidikan, ketua MKKS, guru bidang kesiswaan, dan juga siswa-siswi SMP dari berbagai kota/ kabupaten melalui virtual meeting.

Diharapkan dengan digelarnya webinar ini seluruh elemen masyarakat terutama di bidang pendidikan bisa bersinergi untuk melawan bahaya narkoba yang mengancam masa depan generasi penerus bangsa.

 

Baca Juga  Penyelenggaraan Pramuka Penggalang Jenjang Sekolah Menengah Pertama Secara Virtual

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Scroll to Top