Melindungi Diri dari Kekerasan Seksual di Sekolah

Dilihat 1,349 pengunjung

Kekerasan seksual merupakan salah satu permasalahan yang kerap terjadi di masyarakat. Tidak hanya di lingkungan masyarakat, kekerasan seksual juga cukup rentan terjadi di lingkungan sekolah. Lantas seperti apa langkah yang harus diambil untuk bisa melindungi diri dari kekerasan seksual di sekolah?

Kekerasan seksual adalah tindakan yang menjurus ke arah aktivitas seksual pada anak, baik melalui paksaan, tekanan, atau tipu muslihat tanpa persetujuan dari korban. Bentuk kekerasan seksual pada anak dapat berwujud aktivitas seksual pada anak, baik melalui paksaan, tekanan, atau tipu muslihat. 

Ada banyak ragam tindakan yang termasuk ke dalam kekerasan seksual . Contohnya seperti mengirimkan atau mempertontonkan konten pornograrfi, menceritakan lelucon seksual atau aktivitas seksual yang membuat tidak nyaman, meminta atau memaksa melakukan hubungan seksual, hingga prostitusi dan juga eksploitasi seksual.

Ternyata, terdapat beberapa faktor yang bisa mendorong seseorang melakukan kekerasan, baik fisik maupun seksual seperti faktor biologis, psikologis, lingkungan, dan juga situasional. 

Faktor biologis contohnya karena pengaruh hormon, emosi, kelainan saraf otak, dan genetik. Untuk faktor psikologis, pada dasarnya seseorang memiliki potensi bawah sadar untuk merusak. Jika psikologis seseorang terganggu maka terdapat kemungkinan dirinya bisa melakukan kekerasan seksual.

Faktor lingkungan lebih berperan banyak karena seseorang akan meniru dan memaklumi kekerasan seksual apabila sering terjadi di lingkungannya. Terkahir, faktor situasional disebabkan karena beberapa keadaan tertentu seperti efek senjata, alkohol, obat-obatan, dan masih banyak lagi.

Bagaimana cara melindungi diri dari kekerasan seksual di sekolah?

  • Pahami tubuh yang termasuk bagian privat

Sobat SMP harus paham area-area tubuh yang termasuk privasi. Bagian tubuh tersebut tidak boleh ditatap terlalu lama dan tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa izin dari kita. Contohnya seperti area dada, kemaluan, dan bokong.

  • Menjauhi lingkungan pergaulan yang kurang baik
Baca Juga  Pemerintah Daerah Berhak Izinkan Pembelajaran Tatap Muka

Jika ada teman yang mengajak Sobat SMP melakukan tindakan-tindakan asusila seperti menonton video porno, melecehkan seseorang secara visual, atau menyentuh area privat seseorang, sebaiknya jangan  diikuti. Dengan begitu, Sobat SMP akan terhindar dari kekerasan seksual, baik menjadi pelaku maupun korban.

  • Berani melawan kekerasan seksual

Banyak sekali korban kekerasan seksual yang tidak berani melawan ataupun melaporkan kejahatan yang mereka alami karena malu. Padahal, kekerasan seksual haruslah dilawan agar memberikan efek jera kepada pelakunya. Jika mengalami kekerasan seksual, segera berteriak dan laporkan kepada guru dan orang tua.

Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan juga nyaman kepada peserta didik. Tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman dalam kegiatan pembelajaran, namun juga harus memberikan rasa aman dari kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan perundungan (bullying). Oleh karena itu, seluruh elemen sekolah harus bekerja sama dan bersinergi dengan baik untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif. 

Informasi lebih lanjut dapat Sobat SMP peroleh dengan membaca panduan Hentikan Kekerasan terbitan Direktorat SMP tahun 2020. Panduan tersebut dapat menambah referensi Sobat SMP mengenai tindakan perundungan, kekerasan fisik, dan juga kekerasan seksual.

Referensi:

http://ditsmp.kemdikbud.go.id/hentikan-kekerasan/ Panduan Hentikan Kekerasan terbitan Direktorat SMP tahun 2020

https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/30/6/lindungi-anak-dari-kekerasan-sexsual diakses pada 15 Maret 2021

https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=249900712 diakses pada 15 Maret 2021

 

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Scroll to Top