Hentikan Pencemaran Air Mulai dari Rumah

Dilihat 9,625 pengunjung

Berbagai aktivitas manusia sehari-hari baik untuk kepentingan industri maupun pribadi, kerap kali menimbulkan pencemaran lingkungan. Hal ini tentu saja berpengaruh pada kualitas lingkungan di sekitar kita. Jika sobat SMP pernah melihat gambar seekor penyu yang kesulitan bernafas karena terdapat sedotan plastik yang masuk ke dalam hidungnya, maka itu adalah salah satu bentuk pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran air.

Menurut UU RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Bila dibiarkan terus menerus hingga mencapai tingkat tertinggi, pencemaran air dapat menimbulkan berbagai penyakit, terganggunya ekosistem, sampai dengan terancamnya keanekaragaman hayati, karena pencemaran air tidak hanya disebabkan oleh limbah yang mengandung zat kimia saja, namun juga termasuk sampah fisik di perairan.

Pada umumnya, pencemaran air seringkali terjadi akibat limbah industri, limbah pertanian, maupun limbah rumah tangga. Pencemaran air akibat limbah industri terjadi karena masih banyak pabrik yang tidak mengolah limbahnya terlebih dahulu sebelum dialirkan ke laut, akibatnya limbah dari pabrik mengandung muatan kimia yang amat tinggi mencemari air sungai yang dilaluinya. Pencemaran air akibat limbah pertanian terjadi karena adanya aktivitas pertanian yang kerap menggunakan pestisida dan pupuk kimia, hal ini mengakibatkan air yang mengaliri daerah pertanian menjadi tercemar. 

Aktivitas rumah tangga sehari-hari juga tidak luput menyumbang pencemaran air. Penggunaan deterjen, sabun, cairan pembersih lantai, serta cairan pembersih lainnya, menjadi aktivitas rutin yang kerap kali tidak disadari namun mencemari air. Penggunaan yang relatif sedikit namun rutin, sering membuat masyarakat lupa akan dampak yang diberikan. 

Setelah mengetahui berbagai aktivitas yang memicu pencemaran air, terdapat langkah-langkah untuk mengurangi pencemaran air yang bisa Sobat SMP lakukan di lingkungan rumah:

1. Mengurangi penggunaan deterjen

Baca Juga  Yuk, Mengenal Batik Estari dari Wonosari

Dengan mengurangi penggunaan deterjen maupun bahan kimia cair lainnya di rumah, Sobat SMP turut menjaga kelestarian lingkungan di sekitar, loh. Selain itu, Sobat SMP juga bisa mengganti deterjen kimia dengan deterjen berbahan organik yang lebih ramah lingkungan. 

2. Menggunakan pupuk organik dan kompos

Bila melakukan kegiatan bercocok tanam, Sobat SMP bisa mengganti pemakaian pupuk kimia dengan pupuk organik untuk mengurangi kadar nitrat dan fosfat yang larut bersama air. Kompos dan pupuk organik juga dapat memulihkan kandungan mineral dalam tanah juga dapat memperbaiki struktur dan aerasi tanah serta mencegah eutrofikasi.

3. Melakukan gerakan penghijauan

Gerakan penghijauan seperti menanam pohon dan mempertahankan areal resapan air di lingkungan tempat tinggal juga bisa membantu meminimalisir pencemaran air. Semakin banyak pohon di suatu daerah, maka tingkat pencemaran air bisa ditekan. Bukan hanya itu, hal ini juga bermanfaat untuk mencegah banjir terutama saat musim hujan seperti saat ini.

Dengan mengaplikasikan langkah-langkah di atas, Sobat SMP bisa berkontribusi dalam pencegahan pencemaran lingkungan. Sekecil apapun langkah yang dilakukan, akan membantu melestarikan lingkungan. Jangan lupa ajak keluarga maupun teman terdekat untuk melakukan perubahan di rumah, ya.

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Referensi: Modul IPA Kelas VII Pencemaran Lingkungan SMP Terbuka

Scroll to Top