Direktur SMP: Opsi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Adalah Sebuah Pilihan yang Harus Kita Lakukan

Dilihat 829 pengunjung

Surat Keputusan Bersama Empat Menteri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Memutuskan bahwa satuan pendidikan telah diperbolehkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di tahun ajaran 2021/2022. 

Melihat pentingnya penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka, Direktorat SMP menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pembelajaran Tatap Muka bersama dinas pendidikan dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) dari berbagai daerah di Jakarta pada 4—6 April 2021.

Direktur Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mulyatsyah mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka secara terbatas perlu diakselerasi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Opsi Pembelajaran Tatap Muka adalah sebuah pilihan yang harus kita lakukan,” tegas Mulyatsyah saat Rakor PTM.

Ada beberapa pertimbangan yang membuat PTM menjadi opsi yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan. Pertimbangan tersebut adalah vaksinasi bagi tenaga kependidikan dan juga penerapan protokol kesehatan yang ketat di sekolah.

Data dari covid19.go.id menunjukkan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan yang mayoritas berusia 31—60 tahun memiliki kerentanan tertinggi terhadap virus COVID-19. Maka dari itu vaksinasi kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas pemerintah sebelum menyelenggarakan PTM.

Menurut Mulyatsyah, vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan merupakan syarat penting untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan di berbagai daerah.

“Vaksinasi adalah bagian dari mitigasi agar memiliki kepercayaan diri untuk membuka pembelajaran tatap muka di daerah,” ujar Mulyatsyah 

Prioritas vaksinasi akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kesulitan pembelajaran jarak jauh.Vaksinasi bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2021. Namun untuk jenjang SMP vaksinasi dijadwalkan paling lambat dimulai pada akhir Mei 2021.

Mulyatsyah mengatakan meskipun pendidik dan tenaga kependidikan telah divaksin, tetap ada kemungkinan terjangkit virus COVID-19. Maka dari itu, penerapan protokol kesehatan yang ketat juga harus dilakukan oleh satuan pendidikan dalam penyelenggaraan PTM.

“Walaupun sudah divaksin, walaupun sudah dilakukan mitigasi yang baik, protokol kesehatan tetap menjadi prioritas yang utama,” pungkas Mulyatsyah.

PTM memang menjadi opsi utama bagi seluruh satuan pendidikan. Meski demikian, pemerintah juga memberikan pilihan kepada sekolah untuk tetap melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila PTM tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

 

Baca Juga  Program Strategis Bidang Penilaian Direktorat SMP Tahun 2021

Referensi: Rapat Koordinasi Direktorat SMP Persiapan Pembelajaran Tatap Muka 5 April 2021

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

Scroll to Top